Sunday, February 22, 2004
persilakan aku di sampingmu

menjunjungmu dalam anganku...
mempersilakanmu dalam hatiku...
membiarkanmu menjadi impianku...
menerbangkanku dalam hayalanku..

 aku terbuai asmara darimu...
 terimpikan kau menjadi keabadian cintaku..
 memelas dan merintih coba tuk kutahan..
 tertusuk rasa sakit yang dalm oleh dirimu..

apakah engkau paham dengan malam..
mengecam jiwa terancam..
menjahit pahitnya sakit yang menjerit..

 ku harus lari..
 lari dari dirimu..
 biarkanku pergi..
 tinggalkan sesak tanpa dirimu..

kaki harus melangkah..
jauh tak terarah..
meski harus redam amarah
ku harus jauh tanpa dirimu lagi







Posted at 06:53 pm by ridwans

puisi cinta
August 18, 2009   09:42 AM PDT
 
puisi yang bagus.., kunjungi juga blog saya di
<a href="http://gen22.blogspot.com">kumpulan puisi cinta cerita cinta dan kehidupan remaja</a>
Name;bambang
January 21, 2006   01:43 AM PST
 
saat ini aku tengah mengatasi,masalah yang sangat sulit,tolong bisa accept'kalo bener-2,kau jiwang karat,pasti boleh accept
Name;chechota
January 21, 2006   01:40 AM PST
 
yang bener aja'kalo bener-2 tak mengapa,apa yang kau rasakan saat-saat kau bersama kekasi hatim.tlong bagi penjelasannya
ARRY
January 14, 2006   12:00 AM PST
 
BUAT SEINDAH MUNGKIN DAN LEBIH BAGUS DARI APA YANG TELAH ADA
noeri
November 13, 2004   10:36 PM PST
 
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, sebelllllllllllll
pitt
September 28, 2004   07:31 AM PDT
 
ku tarikan jemari tanganku ke dada keyboard ini lagi.. melangkah banyak arus yang deras dalam menghalang langkah ku untuk sampai bertamu ke kamar hatimu... rindu!! hati ini benar2 di palit rindu yang amat sangat... tetapi kepada siapakah akan aku khabarkan erti rindu itu... pada anginkah? pada siangkah? pada debu2 yang berterbangankah? ..sedang apakah saat ini engkau sayangku...terlupakah engkau akan aku yang sedang menantimu di daerah bebas ini?....

ingin aku bicarakan pada diriku ini
lupakan engkau lupakan segalanya
aku ingin belajar melupakan
melupai apa yang pernah kita rasai
melupai apa yang pernah kau berikan padaku
ketulusan cinta kasih dan sayangmu
namun seorang aku masih belum mampu
untuk menjadi seorang pelupa
aku seolah olah dipaku mati
pada kamar hatimu yang murni itu
tergerak sedikit untuk melangkah pergi
ada torehan luka baru dihatiku
ada rindu yang mengetarkan ruang sukma
paluannya seakan meluruhkan jantungku
bagaimana nak aku melangkah
pada pandangan mata sayumu
merayuku untuk tidak tinggalkan engkau
sedang aku tahu diantara kita
ada tembok tinggi yang tak bakal aku lepasi

seorang aku terlalu daif untuk berdiri
terlalu sukar untuk berbaring diam2 disampingmu
tertiba ada kesayuan dihati..
terjerit pilu sangat2...aku kehilangan harga diri
andai terus berada didaerahmu
kerana seorang aku bukan ada harganya
sebagai seorang insan...
aku sudah tersingkir jauh
dari normal kebatasan akan manisnya hidup
aku sudah lama mengurung diri pada kamar hati yang terkunci...
rifki
April 2, 2004   11:00 PM PST
 
bagus
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home

   

<< February 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed